JAKARTA (Suara Karya): Organisasi pendukung Sultan Hamengkubuwono X sebagai bakal calon presiden pada 2009, Merti Nusantara, mengemukakan, politik survei dan iklan oleh berbagai pihak mengakibatkan timbulnya kesenjangan hubungan antara rakyat dengan negara.

Berdasarkan siaran pers Merti Nusantara yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, politik survei dan iklan berimplikasi pada manipulasi demokrasi dan komersialisasi politik sehingga berpengaruh pula pada hubungan antara rakyat dengan negara.

Menurut siaran pers tersebut, kesenjangan itu juga berakibat pada melemahnya posisi tawar rakyat dalam proses politik.

Untuk itu, Merti Nusantara menyerukan adanya gerakan nasional dekomersialisasi politik untuk mengembalikan politik sebagai arena rakyat.

Dengan demikian, terdapat beragam kemungkinan baru yang bisa digunakan untuk dapat memperbaiki nasib dan masa depan rakyat.Sedangkan globalisasi industri kampanye telah menjadikan politik bukan sebagai arena rakyat melainkan arena pemodal.

Akibatnya, rakyat tidak ubahnya menjadi seperti batang statistik yang dijadikan sebagai sasaran survei dan ditampilkan secara matematis sehingga mengabaikan nilai humanisme rakyat sebagai manusia.Merti Nusantara, yang merupakan kepanjangan dari Merah Putih Nusantara, merupakan wadah pendukung Sultan untuk maju sebagai capres pada Pemilu 2009. (Antara)