221430pSusilo Bambang Yudhoyono dan Megawati diprediksi kuat akan mulus jalannya untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2009. Dengan besarnya syarat pencalonan capres, sejumlah pengamat memperkirakan pilpres akan diikuti 3 pasangan calon.

Siapa calon kuat selain SBY dan Mega? Dari sisi kefiguran, nama Sri Sultan Hamengku Buwono X juga dinilai mempunyai kans. Sementara dari gencarnya pencitraan, Prabowo yang diusung Partai Gerindra juga diprediksi memiliki peluang.

Pengamat politik Syamsuddin Harris mengatakan, peluang keduanya relatif. Artinya, sama-sama memiliki peluang. Namun, dari sisi kendaraan politik, Prabowo dinilai lebih unggul dibanding Sultan. “Sultan dan Prabowo relatif ya. Yang satu militer, yang satu sipil. Prabowo lebih punya peluang karena sudah punya Partai Gerindra. Kelemahan Sultan, Golkar sudah menyatakan tidak ada konvensi. Jadi, kemungkinan (Golkar) tetap mengusung JK sebagai pasangan SBY. Selain Sultan, Golkar juga masih punya tokoh lain. Sultan bisa dikatakan kesulitan basis partai,” kata Syamsuddin di Jakarta, Selasa (30/12).

Akan tetapi, prediksi Syamsuddin tersebut dengan catatan Gerindra mampu mencapai parliamentary threshold (PT) sebesar 2,5 persen. Dengan modal ini, partai berlambang burung Garuda itu, menurut Syamsuddin, akan mampu menggalang koalisi. “Kalau Gerindra bisa mencapai PT, dia akan pede mengusung calon sendiri. Cukuplah untuk menggalang koalisi,” ujarnya.

Sementara itu, hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) periode November-Desember menunjukkan bahwa pasangan Prabowo-Sultan dinilai layak berdampingan oleh 25,67 persen responden. “Persoalannya, apa Sultan mau hanya jadi cawapres? Sudah jadi Raja kok, ya mungkin harus nomor satu,” kata Syamsuddin.