Kemampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bisa menyelesaikan krisis di Jalur Gaza diragukan. Serangan dari Israel atas Palestina sulit berhenti jika sanksi kongkrit yang tegas terhadap Israel dari berbagai komunitas negara belum dilakukan.

“Saya rasa, serangan Israel ini tidak akan selesai hanya dengan resolusi-resolusi yang sekedar wacana dari PBB. Mereka (Israel) tidak akan tunduk terhadap aturan formal apa pun,” ujar Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia KH Athian Ali dalam diskusi yang bertajuk Mencari Solusi Derita Rakyat Palestina, Kamis (15/1) di Kampus Universitas Pasundan.

Menurut Athian, jika dirunut secara garis sejarah, sikap arogan Israel ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. “Dan, kekuatan formal tidak pernah sanggup menghentikan agresi Israel terhadap bangsa-bangsa lainnya, khususnya Palestina. Yang bisa mengatasi hanya lecutan. Ini efektif jika melakukan gerakan bersama-sama,” ucapnya.

“Lecutan ini artinya adalah sanksi moral berupa pengucilan Israel dari komunitas bersama. Misalnya, memboikot produk-produk berbau Israel. Setuju dengan fatwa MUI untuk memboikot. Tapi, ini harus dilakukan bersama-sama,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, pimpinan, jajaran staf, dan mahasiswa Unpas bersama-sama ikut menggalang solidaritas terhadap krisis Palestina. Dana sedikitnya Rp 25 juta pun terkumpul sebagai bantuan kemanusiaan. “Secara umum kami ikut prihatin atas apa yang kami sebut tragedi kemanusiaan ini. Bukan hanya secara kaum muslim, kejadian ini secara universal, adalah hal memilukan,” tutur Pembantu Rektor III Unpad Yoyo M. Abdul Azis.

sumber : Kompas.com