HUT PDIPPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai melirik figur calon pendamping Megawati Soekarnoputri pada Pilpres mendatang. Salah satunya adalah Sri Sultan Hamengkubowono X. Kabarnya rakernas PDIP di Solo 25 Januari, sekaligus akan menggelar deklarasi pencalonan Mega-Sultan.
Kabar ini mewacana setelah Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas melakukan pembicaraan khusus dengan Sultan di Hotel Hyat Yogyakarta, Jumat 16 Januari lalu.
Kendati demikian, beberapa petinggi partai moncong putih itu seolah masih malu-malu mengakui rumor tersebut. Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Tjahjo Kumolo bahkan menyanggah isu tersebut.

“Benar pada tanggal 26 Januari itu PDIP akan menggelar Rakernas di Solo. Ini untuk persiapan pemilu dan juga mengagendakan inventarisasi nama-nama cawapres, tapi bukan deklarasi,” ujar Tjahjo kepada okezone, Selasa (20/1/2009).

Tjahjo mengaku, PDIP belum berniat mengumumkan pinangan cawapres Mega itu akan jatuh kepada siapa. “Kami masih menunggu perkembangan politik dan gelagat dinamika politik nasional yang ada sambil mencermati hasil pemilu legislatif,” terangnya.
Meski demikian Tjahjo tidak menolak bahwa partainya akan memilih figur yang layak jual dan dapat merebut suara serta dukungan politik.
Seperti diberitakan, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Hidayat Nurwahid merupakan dua nama yang sama kuat serta memiliki rating tertinggi dalam survei tokoh yang akan mendampingi Megawati.
Meski demikian, keduanya memiliki rintangan yang cukup berat dari asal partainya, baik Hidayat dari internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Sri Sultan dari internal Partai Golkar.
Karena itu, PDIP masih terus memperhitungkan plus dan minus yang dimiliki kedua tokoh tersebut. “Dalam hal ini, kami harus cermat dan hati-hati,” kata Tjahjo.(ded) (uky)